EVALUASI KEBUN SUMBER BENIH TEH KLON GAMBUNG 7 MILIK BALAI PENGEMBANGAN DAN PRODUKSI BENIH PERKEBUNAN PROVINSI JAWA BARAT

EVALUASI KEBUN SUMBER BENIH TEH KLON GAMBUNG 7 MILIK BALAI PENGEMBANGAN DAN PRODUKSI BENIH PERKEBUNAN PROVINSI JAWA BARAT

Bandung - Sampai dengan saat ini, selain Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, kebun sumber benih tanaman teh di Jawa Barat juga dimiliki oleh Balai Pengembangan dan Produksi Benih Perkebunan (BPPBP) Provinsi Jawa Barat dengan klon Gambung 7 seluas 2,00 ha sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 84/Kpts/KB.020/9/2018, tanggal 07 September 2018 tentang Penetapan Kebun Sumber Benih Teh Klon Gambung 7 di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat.  Lokasi kebun sumber benih teh ini tepatnya berada di Kebun Dinas Citiis Desa Sukamekar Kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan Nota Dinas Kepala BPPBP Prov. Jabar No. 525/060/BPPBP/2020, tanggal 24 Pebruari 2020, hal Permohonan Evaluasi Kebun Cutting Teh, pada tanggal 03 Maret 2020 dilaksanakan evaluasi kebun sumber benih tanaman teh klon Gambung 7 milik Balai Pengembangan dan Produksi Benih Perkebunan (BPPBP) Provinsi Jawa Barat oleh tim evaluasi dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (BPSBP) Provinsi Jawa Barat.  Pada kegiatan evaluasi kali ini, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan (BPSBP) Provinsi Jawa Barat (R. Krisna Gunara, S.Hut., M.Eng.) menugaskan 4 (empat) petugas yang terdiri dari unsur struktural yaitu Kepala Seksi Pengawasan Mutu Benih (H. Asep Cahyadi, SP.) sebagai ketua tim dengan anggota dari unsur fungsional PBT terdiri dari Asep Sobari, SP., Beny Badruzaman, SP., dan Nana Rudiana.

Evaluasi kebun sumber benih teh ini dilakukan secara periodik pada kebun sumber benih yang telah memiliki legalitas berupa penetapan melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia.  Hal ini dimaksudkan untuk melihat kelayakan kebun sumber benih berdasarkan aspek teknis, baik kondisi eksisting tanaman dan kebun maupun riwayat pemeliharaan sumber benih. Selain itu juga dalam kegiatan evaluasi ini dilakukan taksasi produksi untuk melihat potensi produksi benih dalam bentuk tertentu minimal pada tahun berjalan.

Sesuai dengan kondisi kebun sumber benih, dalam pelaksanaan evaluasi kali ini memakai 2 metode untuk melihat kelayakan dan potensi produksinya. Metode tersebut meliputi sensus dan sampling.  Metode sensus dipakai untuk melihat jumlah tanaman produktif, tanaman  tipe simpang maupun jumlah tanaman mati.  Sedangkan metode sampling dipakai untuk melihat potensi produksi setek dan tingkat kesehatan tanaman terutama dari serangan hama Helopelthis sp. dan Blister Blight.

Dari hasil evaluasi diperoleh kesimpulan bahwa Kebun Sumber Benih Teh Klon Gambung 7 milik BPPBP Prov. Jabar masih layak sebagai kebun sumber benih dengan taksasi produksi sebanyak 1.100.000 setek. Waktu ketersediaan setek mulai dari awal April 2020 sampai dengan akhir Juli 2020.  Sedangkan hal-hal yang disarankan oleh tim evaluasi dalam rangka optimalisasi potensi produksi antara lain proses pemanenan stekres agar dilakukan secara selektif dan dipantau secara optimal agar diperoleh bahan tanam prima dan dapat menjaga stekres yang belum siap panen. Pengendalian OPT khususnya Helopelthis sp. agar dikendalikan secara intensif dengan mengutamakan pengendalian hayati. (bbz/2020)

Tinggalkan Komentar

UPTD BPSBP
PROVINSI JAWA BARAT
Jln. Ir. H. Djuanda No. 377  Bandung 40135 Jawa Barat
Phone: 62 22–2505826
Fax: 62 22–2505826
Email: bspmb.provjabar@gmail.com

STATISTIK