PENGUJIAN MUTU BENIH KOPI DALAM BENTUK BIJI

Bandung - Sertifikasi benih merupakan suatu proses kegiatan dalam mempertahankan mutu benih agar tetap terjaga untuk disalurkan kemasyarakat. Dalam sertifikasi benih perkebunan terbagi menjadi dua ajukan yaitu sertifikasi pemeriksaan lapang dan sertifikasi pengujian laboratorium.  Dalam hal ini pengujian yang dilakukan adalah pengujian laboratorium.

Dalam pengujian laboratorium terdapat kadar air tertentu. Kadar air adalah berat air yang hilang karena pengeringan, dan dinyatakan sebagai presentase dari berat awal contoh benih. Dan daya berkecambah adalah tolak ukur benih dalam berkecambah normal pada kondisi lingkungan yang optimum.

Tujuan dalam pengujian laboratorium ini yaitu untuk mendapatkan informasi tentang mutu genetik, mutu fisiologis dan mutu fisik pada benih.Mutu genetik menujukkan asal-usul benih yang jelas, Mutu fiologis menunjukkan  viabilitas benih yang baik, dan Mutu fisik menunjukkan benih yang seragam, terbebas dari kotoran benih dan tidak rusak. Dalam pengujian laboratorium terdapat dua metode pengujian yaitu: penetapan kadar air dan pengujian daya berkecambah.

  1. Pengujian Penetapan Kadar Air

Metode yang digunakan saat Pentetapan Kadar Air ini menggunakan metode langsung yaitu dengan menghitung secara langsung dari berkurangnya berat benih akibat hilang air dalam benih, dengan menggunakan oven suhu konstan 130˚C-133˚C selama 1 jam.

Alat dan bahan

Alat yang digunakan adalah cawan krusibel 30ml sebanyak 4 buah, mesin grinder, spatula, oven, timbangan analitik, dan desikator. Bahan yang digunakan adalah contoh kerja benih perkebunan. Untuk cawan krusibel 30ml menggunakan contoh kerja benih 4-5 gram.

Metode kerja

Langkah pertama yaitu menimbang bobot cawan krusibel 30ml beserta tutupnya sebanyak 4 buah (M1). Setelah itu siapkan benih perkebunan yang akan diuji kadar airnya seberat 5 gram kemudian dihaluskan menggunakan mesin grinder selama ±5 menit. Kemudian masukkan benih yang sudah dihaluskan kedalam cawan krusibel dan ditimbang kembali bobot cawan beserta benih (M2). Selanjutnya cawan krusibel beserta benih dimasukkan kedalam oven pada suhu 130ºC selama satu jam ( selama benih didalam oven tutup cawan harus dibuka). Setelah benih dioven selama satu jam angkat cawan krusibel yang berisi benih lalu pindahkan ke dalam desikator dan diamkan selama 30-45 menit. Setelah benih didiamkan pada desikator timbang kembali bobot cawan krusibel beserta benih (M3). Cara perhitungan kadar air dengan rumus :

 × 100 %

Setelah melakukan perhitungan terhadap 4 buah cawan krusibel kemudian dirata-ratakan dan dapatlah data hasil penetapan kadar air.

  1. PengujianDayaBerkecambahmenggunakanmetode UDK ( UjiDiatasKertas ).

Alat dan bahan

Alat yang digunakan adalah cawan petridish 15mm, hand sprayer, pinset, bak semai, germinator dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah benih murni, air,arang sekam/tanah/cocopeat, kertas saring ,dan kertas label.

Metode kerja

Uji Diatas Kertas

Langkah awal yang dilakukan adalah gunting kertas saring seukuran lingkaran dalam cawan petri sebanyak 3 lembar. Kemudian lembabkan kertas saring lalu letakkan ke dalam cawan petri. Selanjutnya tanam benih yang akan diuji sebanyak 50 butir (bergantung jenis benih) dan beri label disetiap cawan petri. Setelah itu tutup cawan petri dan masukkan ke dalam germinator dengan suhu 25ºC dan inkubasi selama beberapa hari tergantung jenis benih yang diuji. Selanjutnya lakukan evaluasi pada hari ke 7 (petama) dan ke 14 (kedua) sesuai standar kriteria pada buku pedoman pengujian mutu benih. Pada akhir pengujian, hitung jumlah kecambah normal, kecambah abnormal, benih segar tidak tumbuh, benih keras, dan benih mati atau cendawan.

Untuk perhitungan daya berkecambah menggunakan rumus :

% DB = × 100%

 

KN I = jumlah kecambah normal pada hitungan pertama

KN II = jumlah kecambah normal pada hitungan kedua

Tinggalkan Komentar

UPTD BPSBP
PROVINSI JAWA BARAT
Jln. Ir. H. Djuanda No. 377  Bandung 40135 Jawa Barat
Phone: 62 22–2505826
Fax: 62 22–2505826
Email: bspmb.provjabar@gmail.com

STATISTIK