SEJARAH KOPI BUHUN JAWA BARAT

SEJARAH KOPI BUHUN JAWA BARAT

Kopi Sunda Buhun adalah kopi yang bijinya berasal dari pohon kopi Arabika berusia 80-90 tahun.Konon menurut sejarah, pada tahun 1922 hampir di semua perkebunan kopi di Jawa Barat terjangkit penyakit dan mengakibatkan hampir punahnya kopi2 unggulan yang dibudidayakan oleh para juragan kopi asal Belanda. Sebenarnya saya sempat menyelusuri sisa2 perkebunan daun teh  dan buah kopi yang tidak terawat, masih tumbuh subur di tengah-tengah kampung warga pribumi di dataran Sumedang, tepatnya di kaki bukit Gunung Cakrabuana Desa Ganjartemu kecamatan Wado kabupaten Sumedang.

Hanya saja, kopi2 tersebut hampir dipastikan tumbuh liar, dan hanya dimanfaatkan ala kadarnya oleh masyarakat setempat, hanya untuk dinikmati sebagai minuman untuk konsumsi pribadi. Soal rasa sudah barangtentu enak, karena menikmati kopi langsung di tempat yang dulu sebagai sentra perkebunan kopi para juragan pada masa Indonesia masih terjajah.

Inilah citra rasa kopi buhun yang tersembunyi apik yang siap dilestarikan. Melalui Dinas perkebunan Jawa Barat, yang sedang giat-giatnya mencari identitas kopi unggulan khas Jawa Barat, akhirnya pada tahun 2016 ini dilakukan uji DNA terhadap kopi2 tersebut untuk menentukan varietasnya.

Melalui lembaganya Dinas perkebunan Jawa Barat mencari keberadaan tanaman kopi asli penginggalan zaman belanda ini di daerah yang dulu dikenal sebagai sentra perkebunan kopi. Bandung Barat, Garut dan Sumedang dinyatakan sebagai sentra kopi pd zaman Belanda. Dan ternyata di daerah tersebut ditemukan tiga jenis tanaman kopi unggulan.

Tiga tanaman kopi jenis arabika yang jumlahnya masing-masing kurang dari 20 pohon itu ditemukan di Sumedang dan Garut. Setelah melakukan uji cita rasa terhadap tiga tanaman itu dan hasilnya unggul. “Nilainya 85, excelent. Satu punya cita rasa karamel, ada yang bunga, serta ada yang bercita rasa kacang-kacangan,”

Selain punya cita rasa yang khas, tanaman kopi yang diduga kopi buhun itu juga tidak terpengaruh oleh kemarau panjang “Yang di Sumedang misalnya, waktu kemarau masih tumbuh baik, daunnya hijau. Sepertinya tidak terpengaruh kemarau,”

Nah tiga contoh tanaman itu saat ini tengah ditanam di lahan kebun milik lembaganya untuk mendapatkan benihnya. “ Ini dilakukan semata mata untuk  melakukan uji kemurnian dulu supaya tidak tercampur dengan tanaman kopi lain,”

Kemudian uji DNA itu yang akan menetukan jenis varietas tiga tanaman kopi tersebut. Jika memang varietas baru, akan diberi nama sebelum dilepas resmi untuk ditanam masal di Jawa Barat. Aturan mainya itu harus dimurnikan dulu sebelum diberi nama dan dilepas, boleh disebarkan.

Saat ini ada tanaman kopi yang berasal dari 11 gunung di Jawa Barat yang tengah didaftarkan untuk mendapat pengakuan Indikasi Geografis sebagai Cofee Java Preanger oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Diantaranya asal Gunung Manglayang, Tangkubanparahu, serta Cikuray. “Khususnya yang masuk kategori Special Tea Coffee,”

Dirjen HKI sudah menerbitkan Indikasi Geografis Java Preanger Cofee sejak 2013 lalu. Saat ini prosesnya masih berlangsung. “Kemarin baru selesai di re-assessment, di cek lagi. Belum ada pengumuman, tapi kemungkinan lolos,”  Pendaftaran IG itu dilakukan oleh Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis yang anggotanya petani dan praktisi kopi. Mayoritas produksi kopi asal Jawa Barat justru di ekspor, Hikssss yang dikonsumsi dalam negeri karena harganya yang relatif mahal. “Negara tujuannya banyak, mulai dari Afrika bagian utara sampai Maroko, Eropa, Timur Tengah, Asia Timur, sampai Amerika,” Pengakuan Indikasi Geografis itu dibutuhkan untuk melindungi kopi produksi Jawa Barat. “Indikasi Geografis berbeda dengan merek. Kalau merek bisa apa saja, kalau Indikasi Geografis dengan kriteria tertentu orang tidak bisa memanipulasi kalau itu kopi Java Preanger,”

Pemerintah Jawa Barat masih mencari varietas baru kopi yang akan menjadi kopi unggulan khas Jawa Barat. bada dua lokasi yang diduga masih ada kopi buhun itu, kopi yang tumuh sejak jaman Belanda. “Ada dua tempat, di Garut dan di Sumedang,”.

Sumber : https://menomcoffee.wordpress.com/2016/07/11/kopi-buhun-single-origin-west-java/

Tinggalkan Komentar

UPTD BPSBP
PROVINSI JAWA BARAT
Jln. Ir. H. Djuanda No. 377  Bandung 40135 Jawa Barat
Phone: 62 22–2505826
Fax: 62 22–2505826
Email: bspmb.provjabar@gmail.com

STATISTIK