SERITIFKASI BENIH KARET DAN KAKAO DI BALAI PENELITIAN INDUSTRI DAN PENYEGAR BALITTRI

SERITIFKASI BENIH KARET DAN KAKAO DI BALAI PENELITIAN INDUSTRI DAN PENYEGAR (BALITTRI)

Bandung –  Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) adalah institusi pemerintah Indonesia dibawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Kementrian Pertanian. Saat ini, Balittri mempunyai mandat melaksanakan penelitian tanaman industri dan penyegar dengan komoditas karet, kakao, kemiri sayur, kopi, kola, iles-iles, teh, tamarin, makadamia, melinjo, jarak pagar, kemiri sunan, dan penelitian bahan bakar minyak nabati (biofuel). Sesuai surat permohonan dari pihak Balittri kepada BPSBP tentang sertifikasi benih karet dan kakao, BPSBP melakukan sertifikasi pada tanggal 4 Maret 2020 yang bertempat di Kebun Perscobaan (KP) Pakuwon Jl. Raya Pakuwon Parungkuda Sukabumi.

Pengecekan pertama dimulai dari benih kakao. Kakao yang disertifikasi adalah benih kakao dengan varietas BL. 50 (unggul) yang berbentuk benih sambung dalam polibeg. Ada 2 jenis teknik sambung yaitu teknik sambung pucuk dan sambung samping. Teknik yang digunakan kali ini adalah teknik sambung pucuk. Teknik sambung pucuk dilakukan dengan cara menggabungkan batang atas dan batang bawah. Batang bawah diharapkan menjadi batang yang tahan terhadap patogen tanah dan kokoh, sedangkan batang atas merupakan bagian yang memiliki karakter produksi yang diinginkan. Dari hasil pemeriksaan umur benih yang diperiksa 3-4 bulan dengan standar spesifikasi 3-12 bulan. Memiliki tinggi benih dengan rataan 40 cm. Benih yang diajukan untuk pemeriksaan sebanyak 15.500 batang. Yang diperiksa oleh PBT sebanyak 12.000 batang, terdiri dari benih memenuhi syarat sebanyak 10.350 batang, dan benih yang tidak memenuhi syarat sebanyak 1.650 batang.

Dari hasil pemeriksaan, Kakao sambung tersebut terdiri dari batang bawah hibrida F1 (dari kebun koleksi Balittri) dengan batang atas Sulawesi 1, batang atas Sulawesi 2, batang atas MCC 1, batang atas MCC 2, dan batang atas Sca 6. Tim PBT memeriksa dari batang atas Sulawesi 1 total yang diperiksa yaitu 1.060 batang, terdiri dari benih yang memenuhi syarat sejumlah 900 batang dan belum memenuhi syarat sebanyak 160 batang. Kemudian pemeriksaan pada batang atas Sulawesi 2 terdiri dari 960 batang yang diperiksa, yang memenuhi syarat sejumlah 800 batang dan yang belum memenuhi syarat sebanyak 160 batang. Pemeriksaan pada batang atas MCC 1 yang diperiksa sejumlah 500 batang, terdiri dari batang yang memenuhi syarat sejumlah 350 batang dan yang belum memenuhi syarat sejumlah 150 batang. Pemeriksaan batang atas MCC 2 yang diperiksa sebanyak 920 batang, terdiri dari benih yang memenuhi syarat sebanyak 750 batang dan yang belum memenuhi syarat sejumlah 170 batang. Dan yang terakhir pemeriksaan dari batang atas Sca 6 yang diperiksa sejumlah 1.060 batang, terdiri dari benih yang memenuhi syarat sejumlah 900 batang dan yang belum memenuhi syarat sebanyak 160 batang.

Pengecekan selanjutnya yaitu benih karet. Benih karet yang disertifikasi adalah benih karet dengan varietas PB. 260 (unggul). Umur benih yang disertifikasi adalah 2,5 – 3,5 bulan dengan standar spesifikasi 3-7 bulan setelah serong. Memiliki tinggi payung pertama dengan rataan 24,25 cm. Benih karet yang diajukan untuk sertifikasi sebanyak 54.400 batang. Yang diperiksa oleh PBT sebanyak 5.400 batang, terdiri dari benih memenuhi syarat sebanyak 4.500 batang dan benih yang belum memenuhi syarat sebanyak 900 batang benih. (hnf/2020)

 

 Bandung, 16 Maret 2020.

PBT : Yayat Rohdiyat , SP., Ir. Wawan.

Tinggalkan Komentar

UPTD BPSBP
PROVINSI JAWA BARAT
Jln. Ir. H. Djuanda No. 377  Bandung 40135 Jawa Barat
Phone: 62 22–2505826
Fax: 62 22–2505826
Email: bspmb.provjabar@gmail.com

STATISTIK